Minggu, 19 Februari 2012

YLKI Menilai Balcony Lalai


BALIKPAPAN-Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Mardi Kasdi menyesalkan sikap manajemen Balcony yang menolak bertanggung jawab membayar ganti rugi pengobatan terhadap murid kelas 6 SDN 001 Balikpapan Utara, Ansori (12) yang terjatuh kemudian terinjak di wahana rumah hantu pada Sabtu (18/2). “Terkait insiden itu, tentu saja tanggung jawab ada pada pihak pemilik usaha,” ujar Mardi Kasdi.
Dia menilai, penyelenggara acara maupun manajemen Balcony lalai dalam memberikan perlindungan terhadap pengunjung selaku konsumen. Semestinya, wahana yang yang bersifat komersil seperti rumah hantu harus memberikan informasi yang jelas kepada konsumennya. Informasi tersebut berupa keterangan mengenai keamanan  dari wahana tersebut. Indikasi dari wahana tersebut, begitu pula kontra indikasinya.
“Terutama wahana spesifik seperti rumah hantu tersebut yang dapat memacu adrenalin, harus diterangkan siapa saja yang aman untuk menikmatinya dan yang tidak,” tandas dia.
“Bila telah diberi keterangan mengenai siapa saja yang tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam wahana tersebut, namun sang konsumen tetap menggunakan, maka bila terjadi sesuatu , itu merupakan pelanggaran  dari konsumen itu sendiri,” lanjutnya.
Untuk diketahui, Ansori bersama rekan-rekannya pergi ke wahana rumah hantu di Balcony usai mengikuti acara Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah. Saat masuk ke dalam wahana, sepuluh orang murid SDN 001 Balikpapan Utara itu ada yang ketakutan sehingga lari berhamburan keluar. Di saat berlari itulah, Ansori terjatuh kemudian terinjak dalam posisi tiarap sehingga tidak melihat siapa yang menginjaknya.
Tangan Ansori bengkak, sehingga bocah ini kesulitan dan kesakitan saat membuka baju di rumahnya, di Jalan Gurinda 4 Rt 36 No 68 Gunung Samarinda Balikpapan Utara. Surtini (42) ibu Ansori terkejut melihat tangan anaknya bengkak. Ia memutuskan membawa buah hatinya itu ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).
Surtini menyesalkan pihak manajemen Balcony yang tidak bertanggung jawab atas insiden tersebut. Sementara itu pihak manajemen Balcony sendiri saat dikonfirmasi Balikpapan Pos mengaku tidak mendapat informasi mengenai adanya murid SD yang terjatuh di wahana rumah hantu. Padahal saat Ansori terjatuh, seorang sekuriti Balcony sempat membantunya.
 “Kalau memang pada saat kejadian kami mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, tentu kami akan segera membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan,” kata Operasional Manager Balcony, Doddy Aurora.
Menanggapi penolakan manajemen Balcony dengan alasan belum menerima laporan murid SD yang terjatuh, Mardi Kasdi menyarankan, agar pihak keluarga segera membuat laporan keberatan dan protes atas sikap Balcony yang dianggap tidak bertanggung jawab. Dia menyampaikan, persoalan safety di wahana rumah hantu harusnya telah dipenuhi oleh pihak pengelola mal. Dengan demikian maka ia memperkirakan bahwa CCTV pun tersedia di wahana tersebut.
“Insiden terjatuhnya dapat dikategorikan sebagai kelalaian dari pihak pengelola, sehingga manajemen Balcony wajib membantu pengobatan bocah tersebut,” pungkasnya.(sab)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar